30.01.2016

Posted: Januari 30, 2016 in Uncategorized

   

Hari ini 30 Januari 2016,

 

​Hari ini saya begitu sedih, saya kehilangan sosok sahabat yang baik dan sopan, namanya hendra setiawan. Dia hari ini pulang kampung ke ngawi jawa tengah, dan artinya hari ini saya terakhir bertemu dengannya. Dia akan meneruskan cita-citanya menjadi seorang polisi.

​Tak banyak kisah yang tertulis disini, hanya sedikit sepenggal kalimat selama 5 bulan kita bertemu.

​5 bulan yang lalu kamu bergabung dengan perusahaan yang sedang saya bekerja. Sejak hari itu aku mulai mengenal hendra. Saat itu dia masih polos, semenjak itu saya menjalin komunikasi, entah apapun kita saling sharing. Sejak saya mengenal manusia ini hidup saya begitu berharga, banyak rencana yang akan kita jalani, contohnya mudik bareng nanti, tapi semua rencana itu berakhir pada hari ini.

​Saya masih ingat waktu dulu pertama kali kerja, kamu saya suruh menulis banyak tentang kerjaan, sampai sampai kerjaan itu dibawa pulang. Semenjak itu persahabatan ini terbentuk.

​Awalnya saya tidak mengetahui bahwa persahabatan ini hanya bertahan 5 bulan. Waktu itu saya mau pindahan ke klari, dia saya suruh maen dan mengajaknya ke jakarta, mungkin itu satu waktu dimana kami bisa maen, dan mungkin waktu itu ngga akan pernah bisa terulang lagi.

​Saya teringat ketika hendra ingin nginep di kontrakan saya, waktu itu malam minggu. Ketika tengah malam dia terbangun sebenernya saya juga belum tidur, dia melakukan sholat malam, disitulah saya menangis di bantal saya, saya berfikir “lihat dia menjalankan sholat malam, saya berfikir kenapa selama ini saya tidak pernah melakukannya” .

​Yang saya ingat dari dia adalah dia kalau makan banyak banget kaya orang kelaparan seminggu, tapi ketika makan saya seneng melihatnya, disitu saya berfikir, ini anak makannya luar biasa, orang yang ngliat aja jadi seneng.

​Selain itu jujur saya pernah marah sama dia gara-gara berangkat kerja ngga on time, ngga sesuai dengan waktu perjanjian awal. Haha tapi saya marah cuma sebentar, karena apa, dia sadar kalau saya marah, dan dia selalu bisa bikin ketawa bagaimanapun caranya.

​Hendra anak baik, saya hanya bisa mendoakan, semoga kelak cita citamu bisa terwujud kawan, yang saya takutkan kalau kita tidak bisa bertemu lagi. Mungkin sekarang kata-kata “nanti saya akan maen keruma kalo liburan”, iya itu sekarang dan saya yakin itu susah untuk direalisasikan.

​Sebenarnya saya masih punya satu salam perpisahan lagi, cuman belum sekarang saya sampaikan, seharusnya kamu bisa ikut tapi kamunya sudah pulang duluan, dan sebenernya ini sudah gagal, tapi tak apalah, kalau sudah waktunya nanti saya akan kasih tau apa itu salam perpisahan yang saya maksud.

​Pesan saya kawan, jaga diri, kamu boleh melupakan saya tapi ingat ya kawan, jangan pernah sekali-kali melupakan gusti alloh, jangan lupakan sholat. Itu saja pesan saya.

​Saya juga ingat malam sebelum kamu pulang kamu pernah berkata “mas kesuksesan bukan tergantung dari orang lain, tapi dari diri sendiri, bagaimana kita menjalaninya”

 

​Kawan semoga kelak kamu bisa membaca tulisan ini, supaya sekedar mengingatkan kalau kita pernah berjumpa dan pernah kenal, walaupun kelak kita sudah terlalu sibuk dengan urusan masing-masing.

​Saya selalu berdoa semoga cita-cita yang kamu inginkan bisa terwujud

​Dan satu lagi, saya berharap kelak kita bisa berjumpa lagi.

 

 

Salam Persahabatan dari ganasnya kota metropolitan

Mandha Adhyanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s